Selasa, 06 Maret 2012

CIDR (Classless Inter-Domain Routing)

CIDR (Classless Inter-Domain Routing)
(disingkat menjadi CIDR) adalah sebuah cara alternatif untuk mengklasifikasikan alamat-alamat IP berbeda dengan sistem klasifikasi ke dalam kelas A, kelas B, kelas C, kelas D, dan kelas E. Disebut juga sebagai supernetting. CIDR merupakan mekanisme routing yang lebih efisien dibandingkan dengan cara yang asli, yakni dengan membagi alamat IP jaringan ke dalam kelas-kelas A, B, dan C. Masalah yang terjadi pada sistem yang lama adalah bahwa sistem tersebut meninggalkan banyak sekali alamat IP yang tidak digunakan. Sebagai contoh, alamat IP kelas A secara teoritis mendukung hingga 16 juta host komputer yang dapat terhubung, sebuah jumlah yang sangat besar. Dalam kenyataannya, para pengguna alamat IP kelas A ini jarang yang memiliki jumlah host sebanyak itu, sehingga menyisakan banyak sekali ruangan kosong di dalam ruang alamat IP yang telah disediakan. CIDR dikembangkan sebagai sebuah cara untuk menggunakan alamat-alamat IP yang tidak terpakai tersebut untuk digunakan di mana saja. Dengan cara yang sama, kelas C yang secara teoritis hanya mendukung 254 alamat tiap jaringan, dapat menggunakan hingga 32766 alamat IP, yang seharusnya hanya tersedia untuk alamat IP kelas B.



Sebenarnya konsep CIDR sudah lama dikenalkan yaitu sejak tahun 1992 yang lalu oleh IEFT.karena saya adalah pendatang baru dalam masalah jaringan komputer, sudah sewajarnya sayabaru memahaminya. Itupun sebab adanya tugas presentasi dari komunitas yang baru sayaikuti, hehe..Tulisan ini bersumber dari penjelasan Pak Romi (http://romisatriawahono.net) tentang CIDR.Dengan berbagai pertimbangan dan alasan yang ga bisa saya tampilkan, angka-angka yangsaya pilih dan penghitunganya adalah sama dengan yang ada di sumber. cuma ada beberapapembahasan yang perlu di perjelas lagi.Pak Romi bilang “pada hakekatnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berkisar diempat permasalahan yaitu : Jumlah Subnet, Jumlah Host per Subnet, Blok subnet, danAlamat Host-Broadcast.”
Tidak semua subnet mask bisa dugunakan untuk melakukan subnetting. oleh sebab itusebelum kita praktek penghitungan metode ini, kita harus tahu dulu Subnet Mask berapasajakah yang bisa digunakan untuk melakukan subnetting, yaitu : subnet mask yang bisa digunakan untuk melakukan subnetting pun berbeda-beda mengikutikelas-kelasnya yaitu :kelas C : /25 sampai /30 (/25, /26, /27, /28, /29, /30)kelas B : /17 sampai /30 (/17, /18, /19, /20, /21, /22, /23, /24, /25, /26, /27, /28, /29, /30)kelas A : sampai subnet mask dari /8 sampai /30(/8,/9,/10,/11,/12,/13,/14,/15,/16,/17,/18,/19,/20,/21,/22,/23,/24,/25,/26,/27,/28,/29,/30) Subnetting pada IP ADDRESS kelas Csubnet mask yang bisa digunakan untuk melakukan subnetting adalah /25 sampai /30misal network address 192.168.1.0/26.kita akan cari tahu Jumlah subnet, Jumlah Host per subnet, Blok subnet, dan alamat Host danbroadcast yang valid.analisa-nya seperti ini:192.168.1.0 adalah kelas C (karena oktet pertama dalam range 192-223)/26=255.255.255.192= 11111111.11111111.11111111.11000000 karena kelas C, kita akan bermain di oktet terakhit.Jumlah subnet = 2 pangkat x, (x adalah banyaknya binary 1 pada oktet terakhir subnet mask)jadi jumlah subnet adalah 2 pangkat 2 = 4 subnetJumlah Host per subnet = 2 pangkat y dikurangi 2 (y adalah jumlah binary 0 pada oktetterakhir subnet mask)jadi jumlah Host per subnet adalah 2 pangkat 6 dikurangi 2 = 62 HostBlok subnet = 255 dikurangi angka desimal oktet terakhir subnet mask
blok subnet-nya = 256-192 = 64, 64+64 = 128, 128+64 = 192jadi jumlah seluruh blok subnet = 0,64,128,192blok subnet ke 1 = 192.168.1.0blok subnet ke 2 = 192.168.1.64blok subnet ke 3 = 192.168.1.128blok subnet ke 4 = 192.168.1.192


Subnetting pada IP ADDRESS kelas Bsubnet mask yang bisa digunakan untuk melakukan subnetting adalah /17 sampai /30penghitungan CIDR /17 sampai /24 berbeda dengan perhitungan CIDR /25 sampai /30CIDR /17 sampai /24 perhitunganya sama persis dengan subnetting kelas C, cumapermainannya pada oktet ke 3.sedangkan CIDR /25 sampai /30, blok subnet kita mainkankan di oktet ke 4 (seperti kelas C)namun setelah oktet ke 3 berjalan maju dari 0,1,2,3,4,5 dan seterusnyakita coba menghitung 2 soal yang menggunakan CIDR /17 sampai /24 dan CIDR /25 sampai/30misal 172.16.0.0/18 dan 172.16.0.0/25Yang pertama 172.16.0.0/18analisa-nya :172.16.0.0 = kelas B (karena oktet pertama dalam range 128-191)/18 = 255.255.192.0 = 11111111.11111111.11000000.00000000 CIDR /17 sampai /24 perhitunganya sama persis dengan subnetting kelas C, cumapermainannya pada oktet ke 3.karena CIDR yang di pakai dalam range /17 sampai /24, blok subnet kita mainkan di oktet ketigaJumlah subnet = 2 pangkat x, (x adalah banyaknya binary 1 pada 2 oktet terakhir subnetmask)jadi jumlah subnet adalah 2 pangkat 2 = 4 subnetJumlah Host per subnet = 2 pangkat y dikurangi 2 (y adalah jumlah binary 0 pada 2 oktetterakhir subnet mask)jadi jumlah Host per subnet adalah 2 pangkat 14 dikurangi 2 = 16.382 HostBlok subnet = 255 dikurangi angka desimal oktet ke 3 subnet mask blok subnet-nya = 256-192 = 64, 64+64 = 128, 128+64 = 192jadi jumlah seluruh blok subnet = 0,64,128,192blok subnet ke 1 = 172.16.0.0blok subnet ke 2 = 172.16.0.64
blok subnet ke 3 = 172.16.0.128blok subnet ke 4 = 172.16.0.192Host dan broadcast yang valid sebagai berikut:lebih jelasnya perhatikan tabel dibawah ini :saya ingatkan sekali lagi, blok subnet kita mainkan di oktet ke 3permainan host ID tetap di oktet terakhir Contoh yang kedua 172.16.0.0/25analisa-nya :172.16.0.0 = kelas B (karena oktet pertama dalam range 128-191)/25 = 255.255.255.128 = 11111111.11111111.11111111.10000000 Karena CIDR yang di pakai dalam range /25 sampai /30, blok subnet kita mainkan di oktet ke2, namun setelah oktet ke tiga berjalan maju 1,2,3,4 dan seterusnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar